Tiga minggu lalu, sebuah SMS mampir ke HP Saya. SMS yang dikirim oleh Boman, teman SMA. Isinya cukup memprovokatif Saya untuk berselancar di situs resmi almamater lama, SMA 1 Mojosari.
Tanpa bermaksud mengingkari janji, baru hari ini sempat surfing ke situs yang disarankan. Pertama yang terlintas dibenak adalah kelegaan, terutama setelah sekian lama menunggu momentum dapat kabar real time dari almamater.
Mencermati tampilan dan isi situs, tampak bahwa www.sman1mojosari.com semacam Online profil SMA Mojosari. Karakter yang paling menonjol dari Online profil adalah semua informasi bersifat statis. Netter tidak mempunyai ruang yang cukup untuk berpartisipasi. Baik sebagai active user maupun sebagai active contributor.
Dalam terminologi genre teknologi web, www.sman1mojosari.com termasuk dalam genre web 1.0. Dalam teknologi Web 1.0, interaksi antara netter dan situs berlangsung satu arah. Kalaupun ada sisi interaktif, sifat interaktifnya tidak real time.
Secara pribadi, Saya berharap pemanfaatan media online ini bersifat lebih interaktif. Dalam perspektif genre, sudah bisa diterapkan Web 2.0. Dalam Web 2.0, netter tidak hanya menjadi obyek, tapi sekaligus menjadi subyek atau pelaku. Melalui proses ini, netter akan lebih terberdayakan.
Dalam Bayangan saya beberapa aplikasi rubrik yang bisa ditampilkan adalah sebagai berikut:
A. Company profil
B. Rubrik yang disediakan untuk siswa berapresiasi, menampilkan setiap karya, jurnalisme, ilmiah, dan seni, untuk menciptakan nuansa kompetisi.
C. Rubrik bagi siswa untuk bersosialisasi antar siswa
D. Rubrik untuk menjaring dan menjalin jejaring dengan seluruh alumni.
Jadi, sekedar online saja belum cukup, tapi bagaimana aktifitas online tersebut bisa mendukung proses PDB (positioning, differentiating, dan Branding) dari SMA Mojosari.
VIVA
Jumat, 30 Januari 2009
Selasa, 27 Januari 2009
Kebun Binatang 25 Januari 2009
Liburan, ritual paling ditunggu oleh semua, tidak terkecuali bagi Arya dan Adik.
Ini adalah kunjungan mereka kedua di KBS. Kunjungan pertama ketika mereka masih berumur 3 dan 1.5 Tahun. Waktu itu mereka belum bisa exciting dengan koleksi di KBS.
Hari ini, mereka tampak seperti orang paling bahagia di dunia. Tidak satupun penghuni KBS yang luput dari komentar dan keceriaan mereka.
Anakku, inilah satu keindahan dunia. Bukan warisan dari bapak ibumu. Mereka adalah titipan dari anak cucu kalian. Sangat tidak adil jika bagi mereka, jika tahu semua keindahan ini hanya dari cerita dan pengantar tidur kalian.
Jadi anakku, nikmatilah keindahan mereka. Tapi ingat, kalian punya tangung jawab untuk menjaga kelestarian mereka.
Polemik ... sisi lain pelajaran hidup
Polemik ......
Hari ini ..... aku berpolemik
Hari ini ..... aku sadar 'ruh' sebuah kepedulian
Sugeng Siswanto, populer dengan panggilan BOS GENG, tiba-tiba muncul di milist parameter. Milist parameter adalah komunitas maya bagi kami pejuang-pejuang Statistika ITS. Bos geng hadir dengan dua posting yang bernuansa sama meski memiliki jiwa yang berbeda. Posting pertama beliau lebih banyak bernuansa nostalgic, menyentuh sebagian besar indra keharuan kami semu anggota milis. Posting kedua bernuansa sama tapi terdapat sedikit nada menggugat.
Gugatan banyak dialamatkan kepada organisasi fungsional HIMASTA ITS. HIMASTA ITS adalah salah satu wadah bagi mahasiswa STATISTIKA ITS untuk mengasah sense keorganisasian. HIMASTA, menurut Bos Geng, berada dalam kondisi mati suri. Dinamika organisasi tidak tampak sama sekali denyut nadinya. HIMASTA terjebak pada kotak formalitas, wujudnya tampak tapi kipranya tidak bisa dirasakan.
Posting BOS Geng mengusik saya untuk ikut me-reply. Secara pribadi, saya sangat memahami sikap yang diambil oleh BOS Geng. Sebuah sikap yang wajar nempel di mindset mantan penguasa HIMASTA selama 2 periode. Sebuah sikap yang mencerminkan totalitas dalam kepedulian. Namun, terasa tidak wajar jika disertai gugatan dan penghakiman.
Diskusi selanjutnya, berkembang menjadi sedikit polemik antara kami (aku dan Bos Geng). Meski banyak kawan-kawan lain yang cenderung mendukung ide dan pemikiran saya, polemik sepertinya tidak segera berhenti. BOS geng kelihatannya masih penasaran untuk memenangkan pertarungan ide tersebut.
Tidak apa-apa BOS. Menang kalah tidak penting bagi saya, yang penting saya mendapat pelajaran baru tentang totalitas dan kepedulian.
Thanks Bro, You always the best....
Hari ini ..... aku berpolemik
Hari ini ..... aku sadar 'ruh' sebuah kepedulian
Sugeng Siswanto, populer dengan panggilan BOS GENG, tiba-tiba muncul di milist parameter. Milist parameter adalah komunitas maya bagi kami pejuang-pejuang Statistika ITS. Bos geng hadir dengan dua posting yang bernuansa sama meski memiliki jiwa yang berbeda. Posting pertama beliau lebih banyak bernuansa nostalgic, menyentuh sebagian besar indra keharuan kami semu anggota milis. Posting kedua bernuansa sama tapi terdapat sedikit nada menggugat.
Gugatan banyak dialamatkan kepada organisasi fungsional HIMASTA ITS. HIMASTA ITS adalah salah satu wadah bagi mahasiswa STATISTIKA ITS untuk mengasah sense keorganisasian. HIMASTA, menurut Bos Geng, berada dalam kondisi mati suri. Dinamika organisasi tidak tampak sama sekali denyut nadinya. HIMASTA terjebak pada kotak formalitas, wujudnya tampak tapi kipranya tidak bisa dirasakan.
Posting BOS Geng mengusik saya untuk ikut me-reply. Secara pribadi, saya sangat memahami sikap yang diambil oleh BOS Geng. Sebuah sikap yang wajar nempel di mindset mantan penguasa HIMASTA selama 2 periode. Sebuah sikap yang mencerminkan totalitas dalam kepedulian. Namun, terasa tidak wajar jika disertai gugatan dan penghakiman.
Diskusi selanjutnya, berkembang menjadi sedikit polemik antara kami (aku dan Bos Geng). Meski banyak kawan-kawan lain yang cenderung mendukung ide dan pemikiran saya, polemik sepertinya tidak segera berhenti. BOS geng kelihatannya masih penasaran untuk memenangkan pertarungan ide tersebut.
Tidak apa-apa BOS. Menang kalah tidak penting bagi saya, yang penting saya mendapat pelajaran baru tentang totalitas dan kepedulian.
Thanks Bro, You always the best....
Langganan:
Postingan (Atom)