Welcome

Hidup itu Indah .....
Meski tak seindah yang dibayangkan
but swear.... hidup itu indah

Selasa, 24 Februari 2009

Ponari, Dalam Bingkai Religi.....

Hentikan Praktik Ponari
Itu Mendekati Syirik


Begitulah penggalan kalimat yang sempat terucap dari salah satu tokoh MUI Jombang. MUI Jombang sangat risau dengan hebohnya fenomena PONARI. Berkah yang diterima Ponari, sontak membuat ribuan orang menanggalkan nalarnya dalam mencari kesembuhan. MUI, yang konon dikenal sebagai penjaga akidah berkepentingan untuk mengembalikan kesaktian Ponari kedalam porsi semestinya.

Menyikapi kesaktian Ponari, masyarakat diminta tetap rasional. Bahwa tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang lebih tinggi dari kekuasaan ilahi. Ponari, melalui kesaktian batunya, hanya salah satu perantara dari sekian tangan Tuhan. Batu Ponari, tetap menjadi batu ketika kekuasaan Ilahi tidak menyentuhkan tangannya ke Batu itu.

Lalu dimana letak kekhawatiran MUI.

Kekhawatiran MUI menyeruak seiring dengan ditutup sementara praktek pengobatan Ponari oleh Polisi. Penutupan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana kondusif bagi Ponari dan masyarakat yang ingin berobat. Penutupan juga dilakukan untuk mengurangi jumlah pengunjung yang datang berobat ke rumah Ponari. Alih-alih berkurang, jumlah pasien yang datang tetap berjubel. Karena tidak bisa ketemu langsung dengan Ponari, tersiar kabar bahwa apapun yang pernah tersentuh batu Ponari sama berkhasiatnya dengan Batu itu sendiri.

Tak ayal, antrian berubah ke hal-hal yang sangat tidak rasional. Sumur dibelakang rumah diserbu warga. Serbuan ini menyebabkan debit air terkuras hanya dalam hitungan jam. Bagi yang tidak kebagian air sumur, perhatian ditujuhkan ke air comberan di di belakang rumah Ponari. Kehabiasan air comberan, pasien menyerbu lumpur comberan.

Keyakinan yang berlebihan inilah yang dikhawatirkan oleh MUI akan menjebak warga untuk berperilaku syirik. Syirik adalah tindakan meyakini sesuatu yang lebih berkuasa dari pada kuasa Ilahi. Padahal sebenarnya batu itu hanya sebuah perantara.

Sama dengan obat. Beberapa obat yang sudah diuji secara logika juga diyakini oleh banyak warga mempunyai kekuatan menyembuhkan. Padahal, perannya juga sama. Sama-sama sebagai perantara kekuatan ilahi dalam menyembuhkan. Namun dalam nilai rasa bersama, kesaktian sebuah Batu seringkali lebih menjebak kita kepada Syirik daripada khasiat obat.

Obat dari dokterpun akan membuat kita syirik jika, sebelum meminum obat itu, orang orang diharuskan melakukan ritual penyembahan dan segala macamnya untuk memperkuat khasiat obat. Batu Ponari tidak akan menjebak kita pada syirik, jika kita menganggap melalui celupan di air yang akan kita minum tersalur kekuatan tangan Tuhan yang bisa menyembuhkan kita, meski tidak terbukti secara ilmiah.

Rabu, 18 Februari 2009

Ponari, The Power of WOM


Ponari, dengan batu petir saktinya, telah menyihir ribuan orang untuk datang ke sebuah Dusun terpencil di Wilayah Jombang, Jawa Timur. Mereka datang dengan mengusung harapan yang sama, ingin mendapat kesembuhan melalui perantara Batu Ponari.

“Tiga tahun lamanya, kaki kanan ngilu, sudah berobat kemana-mana tidak sembuh, disarankan tetangga untuk kesini, katanya manjur.’

Itulah kalimat yang terucap dari salah satu antrian pasien Ponari. Kalau dicermati, dalam kacamata ilmu komunikasi terdapat dua kata mujarab dalam kalimat itu. Kata pertama adalah disarankan, dan kata kedua adalah katanya.

‘Disarankan’ dan ‘Katanya’ adalah dua ruh utama dalam aktifitas marketing BUZZ melalui Word of Mouth (WOM). ‘Disarankan’ merupakan representasi dari kekuatan komunitas dalam mempengaruhi orang untuk berperilaku sama. ‘Katanya’ adalah kekuatan pencitraan kualitas dari obyek yang disarankan. Tidak heran, jika kedua kata itu diucapkan dalam materi komunikasi, maka kualitas BUZZ yang ditimbulkan akan jauh lebih bagus.

Proses Buzz fenomena Ponari memang diawali oleh kekuatan WOM. Melalui WOM, citra ‘kesaktian’ ponari disebarkan secara komunal. Saat berikutnya, giliran media yang membantu proses Boosting menjadi lebih luas ruang lingkupnya. WOM proses hanya terjadi pada ruang lingkup sempit. Mulai tetangga satu Desa, melebar ke tetangga Desa, sampai akhirnya ke seantero Jombang.

Media, dengan jangkauan Nasionalnya, menambah kekuatan Boosting menjadi berskala nasional. Isu ponari jauh mengalahkan isu kedatangan Hillary Clinton atau kunjungan SBY ke Lamongan. Satu-satunya hal yang bisa mengalahkan rating Ponari adalah Kunjungan SBY ke tempat Praktik Ponari.

Sponsor By:
PONARI SWEAT
Asli Produk Jombang

Ponari …. Il Phenomenom

Julukan itu sementara ini masih sah milik Ronaldo, striker asal Brasil yang dua kali menyandang gelar pemain terbaik dunia. Ronaldo juga pernah mencatatkan diri sebagai pemain termahal didunia sebelum rekornya dipecahkan oleh kompatriotnya di Real Madrid, Zinedine Zidane.

Namun, seiring merosotnya performa Ronaldo di lapangan Hijau, gelar itu selayaknya direlakan untuk dilepas.

Il Phenomenom, atau sang fenomenal baru telah lahir di awal tahun 2009. Penyandang baru gelar itu bukan seorang olahragawan atau selebritis Dunia. Dia hanyalah seorang anak kecil berusia tidak lebih dari 12 Tahun. Anak seorang buruh tani dari sebuah desa terpencil di Jombang. Sebuah desa yang sangat mewakili potret kemiskinan kaum Rural. Sebuah desa yang jauh dari hingar bingar arus informasi.

Ponari, Sang fenomenal, memulai kisahnya dari sebuah musibah. Sambaran petir ribuan KV menghampiri tubuh lusuhnya saat bermain hujan sepulang sekolah. Sebuah musibah dalam takaran nalar siapapun pasti membayangkan hasil yang berbeda dari kenyataan yang diterimanya. Ponari, bukan hanya selamat dari musibah, tapi sekaligus dianugerahi segunung berkah.

Anugerah bagi Ponari, tidak hanya milik pribadi ponari. Anugerah itu sudah menjadi anugerah komunal. Desa tempat tinggal Ponari, yang sebelumnya termarginalkan dari arus informasi, dalam sekejab menjadi begitu terkenal. Hampir semua media massa, cetak, elektronik maupun Online, ramai-ramai menerjunkan biro-bironya untuk meliput aktifitas Ponari.

Dari catatan google analytic, keyword ‘Ponari’ menempati salah satu kata kunci yang banyak dicari oleh netter di Indonesia. Di jagat TV nasional, fenomena Ponari telah tampil setidaknya di empat stasiun TV dalam format liputan Khusus. Bahkan Hermawan pun menyempatkan diri untuk mengomentari fenomena Ponari dari kaca mata Marketing.

Sampai berapa lama fenomena Ponari akan terus berlanjut. Semua tergantung pada dua hal. Yang pertama tentu saja ‘Kesaktian’ Batu Ponari, yang kedua adalah peran media mengelola isu agar tetap hangat dan relevan dengan kondisi zaman.

Selasa, 17 Februari 2009

Berburu Peluang, .... Pindah Kuadran

Orang Bilang, Inti kehidupan adalah perubahan.
Namun, tidak semua orang sadar, bagiamana memulai sebuah perubahan.

Tahun in memasuki tahun ketujuh perjalanan karir saya di Suara Surabaya Media. Waktu yang cukup banyak untuk bisa menilai sebuah keberhasilan. Waktu yang cukup untuk memulai sesuatu yang baru.

Robert T. Kyosaki pernah membuat kesimpulan perjalanan seseorang berdasarkan empat kuadran. Dalam empat kuadran tersebut, Robert berusaha meyakinkan pembacanya untuk selalu berusaha berpindah dari satu kuadran ke kuadran yang lain. Salah satu proses perpindahan yang Saya pengin adalah berpindah dari kuadran seorang karyawan menjadi entrepreur.

Dalam beberapa seminar entrepreneurship, banyak testimoni dari beberapa orang yang telah mengalami proses perubahan. Kedengarannya sangat mudah dibayangkan, tapi sangat sulit dilakukan. Beberapa kali telah mencoba. Beberapa kali pula belum bisa fokus, tidak konsisten dan masih setengah-setengah.

Jadi PR pertama yang harus dikejar adalah meneguhkan hati, melangkah menuju perubahan. Help me please

Jumat, 30 Januari 2009

Semoga bukan sekedar Online ....

Tiga minggu lalu, sebuah SMS mampir ke HP Saya. SMS yang dikirim oleh Boman, teman SMA. Isinya cukup memprovokatif Saya untuk berselancar di situs resmi almamater lama, SMA 1 Mojosari.

Tanpa bermaksud mengingkari janji, baru hari ini sempat surfing ke situs yang disarankan. Pertama yang terlintas dibenak adalah kelegaan, terutama setelah sekian lama menunggu momentum dapat kabar real time dari almamater.

Mencermati tampilan dan isi situs, tampak bahwa www.sman1mojosari.com semacam Online profil SMA Mojosari. Karakter yang paling menonjol dari Online profil adalah semua informasi bersifat statis. Netter tidak mempunyai ruang yang cukup untuk berpartisipasi. Baik sebagai active user maupun sebagai active contributor.

Dalam terminologi genre teknologi web, www.sman1mojosari.com termasuk dalam genre web 1.0. Dalam teknologi Web 1.0, interaksi antara netter dan situs berlangsung satu arah. Kalaupun ada sisi interaktif, sifat interaktifnya tidak real time.

Secara pribadi, Saya berharap pemanfaatan media online ini bersifat lebih interaktif. Dalam perspektif genre, sudah bisa diterapkan Web 2.0. Dalam Web 2.0, netter tidak hanya menjadi obyek, tapi sekaligus menjadi subyek atau pelaku. Melalui proses ini, netter akan lebih terberdayakan.

Dalam Bayangan saya beberapa aplikasi rubrik yang bisa ditampilkan adalah sebagai berikut:
A. Company profil
B. Rubrik yang disediakan untuk siswa berapresiasi, menampilkan setiap karya, jurnalisme, ilmiah, dan seni, untuk menciptakan nuansa kompetisi.
C. Rubrik bagi siswa untuk bersosialisasi antar siswa
D. Rubrik untuk menjaring dan menjalin jejaring dengan seluruh alumni.

Jadi, sekedar online saja belum cukup, tapi bagaimana aktifitas online tersebut bisa mendukung proses PDB (positioning, differentiating, dan Branding) dari SMA Mojosari.

VIVA

Selasa, 27 Januari 2009

Kebun Binatang 25 Januari 2009


Liburan, ritual paling ditunggu oleh semua, tidak terkecuali bagi Arya dan Adik.
Ini adalah kunjungan mereka kedua di KBS. Kunjungan pertama ketika mereka masih berumur 3 dan 1.5 Tahun. Waktu itu mereka belum bisa exciting dengan koleksi di KBS.
Hari ini, mereka tampak seperti orang paling bahagia di dunia. Tidak satupun penghuni KBS yang luput dari komentar dan keceriaan mereka.
Anakku, inilah satu keindahan dunia. Bukan warisan dari bapak ibumu. Mereka adalah titipan dari anak cucu kalian. Sangat tidak adil jika bagi mereka, jika tahu semua keindahan ini hanya dari cerita dan pengantar tidur kalian.
Jadi anakku, nikmatilah keindahan mereka. Tapi ingat, kalian punya tangung jawab untuk menjaga kelestarian mereka.

Polemik ... sisi lain pelajaran hidup

Polemik ......

Hari ini ..... aku berpolemik
Hari ini ..... aku sadar 'ruh' sebuah kepedulian

Sugeng Siswanto, populer dengan panggilan BOS GENG, tiba-tiba muncul di milist parameter. Milist parameter adalah komunitas maya bagi kami pejuang-pejuang Statistika ITS. Bos geng hadir dengan dua posting yang bernuansa sama meski memiliki jiwa yang berbeda. Posting pertama beliau lebih banyak bernuansa nostalgic, menyentuh sebagian besar indra keharuan kami semu anggota milis. Posting kedua bernuansa sama tapi terdapat sedikit nada menggugat.

Gugatan banyak dialamatkan kepada organisasi fungsional HIMASTA ITS. HIMASTA ITS adalah salah satu wadah bagi mahasiswa STATISTIKA ITS untuk mengasah sense keorganisasian. HIMASTA, menurut Bos Geng, berada dalam kondisi mati suri. Dinamika organisasi tidak tampak sama sekali denyut nadinya. HIMASTA terjebak pada kotak formalitas, wujudnya tampak tapi kipranya tidak bisa dirasakan.

Posting BOS Geng mengusik saya untuk ikut me-reply. Secara pribadi, saya sangat memahami sikap yang diambil oleh BOS Geng. Sebuah sikap yang wajar nempel di mindset mantan penguasa HIMASTA selama 2 periode. Sebuah sikap yang mencerminkan totalitas dalam kepedulian. Namun, terasa tidak wajar jika disertai gugatan dan penghakiman.

Diskusi selanjutnya, berkembang menjadi sedikit polemik antara kami (aku dan Bos Geng). Meski banyak kawan-kawan lain yang cenderung mendukung ide dan pemikiran saya, polemik sepertinya tidak segera berhenti. BOS geng kelihatannya masih penasaran untuk memenangkan pertarungan ide tersebut.

Tidak apa-apa BOS. Menang kalah tidak penting bagi saya, yang penting saya mendapat pelajaran baru tentang totalitas dan kepedulian.

Thanks Bro, You always the best....