Hentikan Praktik Ponari
Itu Mendekati Syirik
Begitulah penggalan kalimat yang sempat terucap dari salah satu tokoh MUI Jombang. MUI Jombang sangat risau dengan hebohnya fenomena PONARI. Berkah yang diterima Ponari, sontak membuat ribuan orang menanggalkan nalarnya dalam mencari kesembuhan. MUI, yang konon dikenal sebagai penjaga akidah berkepentingan untuk mengembalikan kesaktian Ponari kedalam porsi semestinya.
Menyikapi kesaktian Ponari, masyarakat diminta tetap rasional. Bahwa tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang lebih tinggi dari kekuasaan ilahi. Ponari, melalui kesaktian batunya, hanya salah satu perantara dari sekian tangan Tuhan. Batu Ponari, tetap menjadi batu ketika kekuasaan Ilahi tidak menyentuhkan tangannya ke Batu itu.
Lalu dimana letak kekhawatiran MUI.
Kekhawatiran MUI menyeruak seiring dengan ditutup sementara praktek pengobatan Ponari oleh Polisi. Penutupan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana kondusif bagi Ponari dan masyarakat yang ingin berobat. Penutupan juga dilakukan untuk mengurangi jumlah pengunjung yang datang berobat ke rumah Ponari. Alih-alih berkurang, jumlah pasien yang datang tetap berjubel. Karena tidak bisa ketemu langsung dengan Ponari, tersiar kabar bahwa apapun yang pernah tersentuh batu Ponari sama berkhasiatnya dengan Batu itu sendiri.
Tak ayal, antrian berubah ke hal-hal yang sangat tidak rasional. Sumur dibelakang rumah diserbu warga. Serbuan ini menyebabkan debit air terkuras hanya dalam hitungan jam. Bagi yang tidak kebagian air sumur, perhatian ditujuhkan ke air comberan di di belakang rumah Ponari. Kehabiasan air comberan, pasien menyerbu lumpur comberan.
Keyakinan yang berlebihan inilah yang dikhawatirkan oleh MUI akan menjebak warga untuk berperilaku syirik. Syirik adalah tindakan meyakini sesuatu yang lebih berkuasa dari pada kuasa Ilahi. Padahal sebenarnya batu itu hanya sebuah perantara.
Sama dengan obat. Beberapa obat yang sudah diuji secara logika juga diyakini oleh banyak warga mempunyai kekuatan menyembuhkan. Padahal, perannya juga sama. Sama-sama sebagai perantara kekuatan ilahi dalam menyembuhkan. Namun dalam nilai rasa bersama, kesaktian sebuah Batu seringkali lebih menjebak kita kepada Syirik daripada khasiat obat.
Obat dari dokterpun akan membuat kita syirik jika, sebelum meminum obat itu, orang orang diharuskan melakukan ritual penyembahan dan segala macamnya untuk memperkuat khasiat obat. Batu Ponari tidak akan menjebak kita pada syirik, jika kita menganggap melalui celupan di air yang akan kita minum tersalur kekuatan tangan Tuhan yang bisa menyembuhkan kita, meski tidak terbukti secara ilmiah.
Selasa, 24 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar