Welcome

Hidup itu Indah .....
Meski tak seindah yang dibayangkan
but swear.... hidup itu indah

Rabu, 18 Februari 2009

Ponari …. Il Phenomenom

Julukan itu sementara ini masih sah milik Ronaldo, striker asal Brasil yang dua kali menyandang gelar pemain terbaik dunia. Ronaldo juga pernah mencatatkan diri sebagai pemain termahal didunia sebelum rekornya dipecahkan oleh kompatriotnya di Real Madrid, Zinedine Zidane.

Namun, seiring merosotnya performa Ronaldo di lapangan Hijau, gelar itu selayaknya direlakan untuk dilepas.

Il Phenomenom, atau sang fenomenal baru telah lahir di awal tahun 2009. Penyandang baru gelar itu bukan seorang olahragawan atau selebritis Dunia. Dia hanyalah seorang anak kecil berusia tidak lebih dari 12 Tahun. Anak seorang buruh tani dari sebuah desa terpencil di Jombang. Sebuah desa yang sangat mewakili potret kemiskinan kaum Rural. Sebuah desa yang jauh dari hingar bingar arus informasi.

Ponari, Sang fenomenal, memulai kisahnya dari sebuah musibah. Sambaran petir ribuan KV menghampiri tubuh lusuhnya saat bermain hujan sepulang sekolah. Sebuah musibah dalam takaran nalar siapapun pasti membayangkan hasil yang berbeda dari kenyataan yang diterimanya. Ponari, bukan hanya selamat dari musibah, tapi sekaligus dianugerahi segunung berkah.

Anugerah bagi Ponari, tidak hanya milik pribadi ponari. Anugerah itu sudah menjadi anugerah komunal. Desa tempat tinggal Ponari, yang sebelumnya termarginalkan dari arus informasi, dalam sekejab menjadi begitu terkenal. Hampir semua media massa, cetak, elektronik maupun Online, ramai-ramai menerjunkan biro-bironya untuk meliput aktifitas Ponari.

Dari catatan google analytic, keyword ‘Ponari’ menempati salah satu kata kunci yang banyak dicari oleh netter di Indonesia. Di jagat TV nasional, fenomena Ponari telah tampil setidaknya di empat stasiun TV dalam format liputan Khusus. Bahkan Hermawan pun menyempatkan diri untuk mengomentari fenomena Ponari dari kaca mata Marketing.

Sampai berapa lama fenomena Ponari akan terus berlanjut. Semua tergantung pada dua hal. Yang pertama tentu saja ‘Kesaktian’ Batu Ponari, yang kedua adalah peran media mengelola isu agar tetap hangat dan relevan dengan kondisi zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar