
Ponari, dengan batu petir saktinya, telah menyihir ribuan orang untuk datang ke sebuah Dusun terpencil di Wilayah Jombang, Jawa Timur. Mereka datang dengan mengusung harapan yang sama, ingin mendapat kesembuhan melalui perantara Batu Ponari.
“Tiga tahun lamanya, kaki kanan ngilu, sudah berobat kemana-mana tidak sembuh, disarankan tetangga untuk kesini, katanya manjur.’
Itulah kalimat yang terucap dari salah satu antrian pasien Ponari. Kalau dicermati, dalam kacamata ilmu komunikasi terdapat dua kata mujarab dalam kalimat itu. Kata pertama adalah disarankan, dan kata kedua adalah katanya.
‘Disarankan’ dan ‘Katanya’ adalah dua ruh utama dalam aktifitas marketing BUZZ melalui Word of Mouth (WOM). ‘Disarankan’ merupakan representasi dari kekuatan komunitas dalam mempengaruhi orang untuk berperilaku sama. ‘Katanya’ adalah kekuatan pencitraan kualitas dari obyek yang disarankan. Tidak heran, jika kedua kata itu diucapkan dalam materi komunikasi, maka kualitas BUZZ yang ditimbulkan akan jauh lebih bagus.
Proses Buzz fenomena Ponari memang diawali oleh kekuatan WOM. Melalui WOM, citra ‘kesaktian’ ponari disebarkan secara komunal. Saat berikutnya, giliran media yang membantu proses Boosting menjadi lebih luas ruang lingkupnya. WOM proses hanya terjadi pada ruang lingkup sempit. Mulai tetangga satu Desa, melebar ke tetangga Desa, sampai akhirnya ke seantero Jombang.
Media, dengan jangkauan Nasionalnya, menambah kekuatan Boosting menjadi berskala nasional. Isu ponari jauh mengalahkan isu kedatangan Hillary Clinton atau kunjungan SBY ke Lamongan. Satu-satunya hal yang bisa mengalahkan rating Ponari adalah Kunjungan SBY ke tempat Praktik Ponari.
Sponsor By:
PONARI SWEAT
Asli Produk Jombang
“Tiga tahun lamanya, kaki kanan ngilu, sudah berobat kemana-mana tidak sembuh, disarankan tetangga untuk kesini, katanya manjur.’
Itulah kalimat yang terucap dari salah satu antrian pasien Ponari. Kalau dicermati, dalam kacamata ilmu komunikasi terdapat dua kata mujarab dalam kalimat itu. Kata pertama adalah disarankan, dan kata kedua adalah katanya.
‘Disarankan’ dan ‘Katanya’ adalah dua ruh utama dalam aktifitas marketing BUZZ melalui Word of Mouth (WOM). ‘Disarankan’ merupakan representasi dari kekuatan komunitas dalam mempengaruhi orang untuk berperilaku sama. ‘Katanya’ adalah kekuatan pencitraan kualitas dari obyek yang disarankan. Tidak heran, jika kedua kata itu diucapkan dalam materi komunikasi, maka kualitas BUZZ yang ditimbulkan akan jauh lebih bagus.
Proses Buzz fenomena Ponari memang diawali oleh kekuatan WOM. Melalui WOM, citra ‘kesaktian’ ponari disebarkan secara komunal. Saat berikutnya, giliran media yang membantu proses Boosting menjadi lebih luas ruang lingkupnya. WOM proses hanya terjadi pada ruang lingkup sempit. Mulai tetangga satu Desa, melebar ke tetangga Desa, sampai akhirnya ke seantero Jombang.
Media, dengan jangkauan Nasionalnya, menambah kekuatan Boosting menjadi berskala nasional. Isu ponari jauh mengalahkan isu kedatangan Hillary Clinton atau kunjungan SBY ke Lamongan. Satu-satunya hal yang bisa mengalahkan rating Ponari adalah Kunjungan SBY ke tempat Praktik Ponari.
Sponsor By:
PONARI SWEAT
Asli Produk Jombang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar